entertogel agen judi bola terpercaya Casino Online Agen Poker BandarQ Online ituQQ Agen Live Casino Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel - Judi Togel - Togel Online Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino QQ Online Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Agen Live Casino 338A Online Agen Poker Domino Ceme Online AGEN BOLA TERPERCAYA / AGEN CASINO TERBESAR HOKICASH MOMOPOKER

Mengamenlah Diatas Ranjangku Part 2

Nonton Movie 18+ Online. Tersedia Movie BOKEP & Movie SEMI ...

SELAMAT MENYAKSIKAN :)

21155341e5b03a637fa42416ba5e60a0cc6ebf3

Mengamenlah Diatas Ranjangku : Sore itu, aku baru pulang dari kantor. Bekerja seharian membuat badanku pegal. Ditambah macet dijalanan, sekaligus panas menyengat, membuat kepalaku sedikit pening. Tubuhku lemas, konsentrasiku buyar karena banyak yang kupikirkan. Satu satunya yang membuatku masih bersemangat adalah satu ingatan: Fitri menunggu dirumah. Setelah kuparkirkan mobilku, aku berjalan sedikit lunglai, lelah.

Begitu membuka pintu, secara tiba-tiba semangatku pulih kembali. Saat itu, Fitri sedang membersihkan meja dengan hanya memakai kaos longgar milikku, dan celana dalam tipisnya. Tiba-tiba kontolku langsung berdiri melihat Fitri jongkok dengan hanya memakai celana dalam. Terlihat belahan memeknya, samar samar tergaris di celananya. Pantatnya bergoyang-goyang saat mengelap meja.

Sebentar dia menoleh kebelakang melihatku membuka pintu, “Udah pulang a?” katanya, sambil kembali mengelap meja dan membuat pantatnya goyang-goyang. Aku tak menjawab, namun langsung memelorotkan celanaku. Sekaligus celana dalam, sehingga kontolku langsung tersembul berdiri tegak. Perlahan aku mendekati pantat Fitri yang masih nungging mengelap meja. Perlahan aku tarik celana dalamnya, hingga paha. Fitri tak bereaksi, dan masih saja mengelap meja ruang tamu yang sebetulnya telah bersih.

Sambil Fitri meneruskan pekerjaannya, akupun meneruskan mengerjainya. Perlahan ku arahkan kontolku ke celah memek fitri yang nungging. Fitri mulai berhenti, merasakan sedikit-demi sedikit kepala kontolku menyeruak memeknya yang lembut. “ssshh…uuuccchh.. aa pengen ngewe Fitri,” bisikku sambil sedikit menekan kontol ke memeknya. “mmhh, aa…sshh..” desah-desah tertahan yang hanya terdengar dari mulut Fitri. Karena saking nafsunya, begitu kepala kontolku masuk ke liang memek Fitri, secara tiba-tiba aku dorong kontolku sekaligus masuk ke memek Fitri. Fitri sedikit terdorong, membuat meja tergeser, “aahhh..aa iiihh.. pelanin ngewenya, masih sakit memek aku,” ujar fitri bersungut-sungut memprotes. “Hihi.. maafin fit, aa ga tahan pengen ngewe Fitri,” aku diamkan kontolku di dalam, menikmati jepitan memeknya yang sempit.

Aku elus pantat Fitri, elus rambut Fitri yang lagi nungging. “Ahh.. enak banget Fit,,” kataku memuji. Terasa, Fitri ngempot-ngempotin memeknya yang terganjal kontolku. “ahh..iya empotin terus sayang.. mmhh.. enak banget,,” ceracauku menikmati empotan memeknya. “Ssshh.. hihi.. enak nya a? mmhh..sok atuh ewe lagi a..jgn diem..” ujarnya, sambil menekan pantatnya kebelakang. “aah..aahh sshh ahh,,sempit memek kamu Fit,,shh ah..” desahku sambil memaju mundurkan kontolku menusuk memek Fitri. “oohh..aa.. aah enak aa.. pelanin dulu..mmhh enak kontol aa..” desahnya. “Iya sayang, ku aa ewe lalaunan (sama aa di entot pelan-pelan) aacch..ssshh..” aku meneruskan memaju mundurkan kontolku ke memeknya.

“aahh.. aa.. sshh ahhh.. cepetin a.. enak aa.. ssshh aahh.. iiihhh..aa…” Fitri mendesah sambil menggoyang-goyangkan pantatnya yang tengah ku sodok. “uuchh…sayang.. memekna enak banget..uuchh,, aahhh…” aku merem melek menikmati memek abg yang super sempit dan nikmat ini. “aaahh.. sshhh ahhh.. aa cangkeul ih.. ewean na di kasur yu atuh.. sshh ahh ahh..” Fitri mulai pegal dan minta ngentotnya diteruskan di kasur. “ahh…sshh kela..bentar lagi keluar da,, uuchh ssh ahh..” aku mempercepat kocokanku di memek Fitri masih dalam posisi yang sama. Kasihan karena pegal, akupun mempercepat entotanku agar cepat keluar. “aah.. aa.. Fitri lemes a di ewe kaya gini mah,,,shhh ahh ahh..” tangannya memegang pinggir meja menahan tubuhnya yang sintal, “ahh..tahan sayang, enak ga ku aa di ewe gini? Aah ahh ahh..” sambil terus ku percepat entotanku. “Ya enak a.. tapi pegel ihhhhh…aahh aaahh..” desahnya.

Kurasakan mani ku sudah mulai ingin muncrat. “Plak..plak..plak..” suara beradunya pahaku dengan pantatnya mendominasi di rumah yang sepi ini. “ahh.. fit, aa mau keluar fit.. ahhhh ahhhh…oooochhhh” dan crott! Akhirnya seluruh maniku hari ini muncrat semua di memek Fitri. Aku memeluknya dari belakang, menahan tubuh fitri yang hampir ambruk kelelahan aku entot. “aaahhh,, anget aa.. ngecrot a di memek fitrinya?” tanyanya sedikit bergetar. “haaah,,, iya udah say..” aku hanya memeluknya erat dari belakang, dengan posisi sekarang berdiri, dan fitri sedikit menunggingkan pantatnya setengah berdiri.

Lama aku menikmati muncratnya maniku di memek sempit Fitri. Akhirnya kontolku mengecil dan terlepas dari memeknya. “aa ih nakal.. kalo pengen ngewe Fitri teh bilang dulu atuh..kan kaget ujug-ujug ditubruk aja..hehe” protesnya lalu tersenyum manis. “aa teu tahan atuh Fit liat pantat Fitri lagi nantang gitu, jadi ku aa ewe weh cepet-cepet,” kataku sambil mencium keningnya. “hehe.. iya sih a, fitri juga sengaja da ga pake celana.. da pasti kalo aa pulang, Fitri di ewe ku aa.. jd biar gampang pake cd aja.. hehe” katanya sambil melet-melet lidah. “Tapi kirain Fitri aa mau ngewe di kasur, eh, malah langsung ditubruk, padahal Fitri udah siapin tempat tidurnya, biar aa nyaman ngewe Fitrinya,” Fitri lalu memelukku, aku mencium ubun-ubunnya.

“Ya udah, aa mandi dulu nya.. fitri mau mandi ga? Cangcutnya ga usah dipake..ntar ku aa ewe lagi memeknya abis mandi,” kataku sambil ku iseng ku pegang memeknya. “Dingin atuh a, tapi iya deh.. ntar aja mandinya Fitri mah ari mau di ewe lagi mah.. kagok ai aa..” sambil meneruskan membereskan meja yang sedikit acak-acakan akibat pertarungan tadi. Akupun bergegas ke kamar mandi, peluhku bercucuran akibat menikmati tubuh Fitri. Kulihat di belahan memek fitri meleleh cairan peju ku. Bahagia dan ada sedikit bangga juga melihat memek fitri yang belepotan oleh pejuku sendiri. Aku hanya tersenyum, lalu mengambil celanaku dan langsung ke kamar mandi.

Setelah mandi dan berpakaian, aku keluar kamar. Kulihat fitri sedang menonton tv di atas karpet. Celana dalamnya tak Fitri pakai, hanya kaosnya yang kebesaran yang dia pakai. Terlihat di mukanya yang manis, tersungging senyuman melihat acara talkshow. Melihat itu, kontolku berdiri lagi, tak bosan-bosan rasanya ingin menikmati memek Fitri lagi. Meskipun, tadi peju ku sudah keluar banyak. “Fit, udahan nontonnya, ku aa mau di ewe heula (sama aa mau di entot dulu)..” ujarku kepada Fitri. “Iya sok aja a.. ewe aja memek Fitri, tp Fitri smbil nonton ya a..” katanya sambil masih menonton tv.

Tak apalah, biar dia nonton, yang penting aku menikmati memeknya lagi malam ini. Aku buka celanaku, aku lempar sekenanya. Aku langsung ikutan duduk di karpet yang memang agak tebal itu. Aku langsung menciumnya, mata fitri masih melihat ke layar televisi. Aku langsung membaringkan fitri di karpet. Matanya masih belum juga lepas dari layar televisi. Tanpa basa basi, aku langsung menindih tubuh Fitri yang semok. Aku arahkan kontolku masuk ke memeknya. Agak susah, aku cari cari lobangnya, dan meleset-meleset. “Mau dimasukin kemana aa ih, agak bawahan..nah itu liang memek mah..” sambil tangan kiri fitri menuntun kontolku ke liang memeknya. “Sok ewe keun a, teken..” katanya begitu kepala kontolku masuk ke liang memeknya.

Aku mulai melesakkan kontolku atas bimbingan tangan fitri. “aaahh.. enak banget fit…uuuchh..” saat aku mulai menekan kontolku ke dalam memeknya. “mmmhh..aa ih..hhi..ewe pelan-pelan a..” mata fitri kembali ke layar televisi, kepalanya yang tersandar di bantal sofa masih juga menonton tv dibalik bahuku. Sesekali tangannya memindahkan channel televisi. “aah..mmh.. suka banget ih aa ngewe fitri teh..” katanya. Aku mulai memaju mundurkan kontolku di memeknya, sambil menindih fitri dan memeluknya. “aacchh,, enak banget sih memek fitri, aa pengen ngewe terus, aach ahh ahh…shh” kataku disela-sela desahan.

Kulihat matanya yang asalnya menonton tv, mulai merem melek menikmati genjotanku. Yang kulihat, hanya segaris mata putihnya saja saking menikmati entotanku di memeknya. “Ahhhh…aa..sshh aaaahhh… terus a.. cepet ewe lagi..aahh” desahan fitri membuatku semakin bersemangat. Aku terus menikmati sodokan-sodokanku sendiri di memek fitri yang masih juga sempit. Kami berdua kini tengah berdesah, saling mencium, dan bergumul menikmati persenggamaan kami. “aa..iihh..fitri mau pipisss…aahhh iiihhhh..cepetin lagihh ngewenya..aaaaccchhhhhhhh,” kaki fitri dilingkarkan menjepit pantatku yang tengah menggenjotnya. Kurasakan jepitan dan pelukannya semakin erat menandakan ia akan orgasme, “aaaaachhhh aa….aaaaaaacccccchhhhhhhhhhhh..” fitri lalu mengejang hebat seperti cacing kepanasan. Tangannya sedikit mencakar punggungku, dan kakinya menjepit erat pantatku.

Aku semakin bersemangat menggenjot memeknya. Tak terasa hampir satu jam lebih fitri aku entot. Entah berapa kali fitri mengejang terus. Kurasa air maniku yang hanya Cuma sisa, ingin segera memenuhi rongga memeknya yang kelewat nikmat. “aaahh,,,fiit, aa mau keluar.. enaakkhh ngewe kamu Fit…ssshh aaaaaccchhhhhh” aku semakin mempercepat entotanku di memeknya. “Fitri juga enak di ewe aa,,,sssshhh aaaaacchhhh kluarin aa…ssshh aaahhh,,,fitrii lemesssshhhh…” pelukannya semakin erat.

“oooochhhh fiitt.. oooooooccch ooohhhhhh… aa keluuuarrrrhhhhh aaaaaahhhh…” dan crottt… semua maniku yang tersisa tumpah di mulut rahim Fitri. “aa……ooooooccccchhhhhhhh… huuuuhhh… aa hebat ih, ngewenya lama..uuchh fitri ampe lemes,” katanya dengan nafas yang menderu. Aku memeluknya erat mencium bibirnya, dan masih ku genjot sambil mengeluarkan semua maniku. “mmmuuaaacchh,, hooohh,,,aaaaahh ah ahhhhhh…enak bangettt sayang..huuhh.. aa puas banget sama kamu.. memek sempit kamu bikin aa ga tahan,” kataku ngos-ngosan memuji kehebatan jepitan memek fitri.

Kamipun berpelukan. Saling mencium.. saling meraba. “aa, makasih ya,,” ucap Fitri sambil tersenyum manis. Kamipun saling ngobrol, lalu menonton tv bersama. Kadang ku mainkan memek lembutnya. Fitri hanya memelukku erat sambil menonton tv. Malam itu malam yang romantis. Meski tidak diteruskan ngentot lagi, kami berdua tertidur di karpet depan tv. Kami berdua tanpa celana, namun masih memakai kaos. Entah kenapa, sejak malam itu aku mulai mencintai Fitri, pembantu yang juga budak seks-ku.

Share this post:

Related Posts