Agen Togel Agen Togel Terpercaya entertogel agen judi bola terpercaya Casino Online Agen Poker BandarQ Online ituQQ Agen Live Casino Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel - Judi Togel - Togel Online Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino QQ Online Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Agen Live Casino 338A Online Agen Poker Domino Ceme Online AGEN BOLA TERPERCAYA / AGEN CASINO TERBESAR HOKICASH MOMOPOKER

Koleksi Cerita Dewasa – Birahi 17 Tahun

Nonton Movie 18+ Online. Tersedia Movie BOKEP & Movie SEMI ...

SELAMAT MENYAKSIKAN :)

Cerita Birahi 17 Tahun

 

Koleksi Cerita Birahi 17 Tahun – Kejujuran memang baik, kita dituntut untuk bisa selalu jujur, terutama dalam berhubungan antar sesama. Baik hubungan suami istri, orang tua – anak atau persahabatan antar teman. Namun ada kalanya, kita tidak perlu jujur, jika itu membuat orang yang kita sayangi sebagai teman, pacar, istri atau orang tua kita bisa tetap bahagia. Karena dengan kejujuran kita, kita bisa merengut kebahagian mereka, yang kita sayangi. Oleh karena itu, ada kalanya tidak perlu jujur, supaya mereka jangan tersakiti dan kecewa. Inilah yang menjadi kisah yang menarik untuk di bagi.

Nama saya jimi (26 thn), Asal medan, dan Besar di kota Jember karena Orang tua berdomisili Di Jember, saya telah bekerja di sebuah perusahaan di Surabaya, Selepas lulus kuliah. Karena masih bujang, saya sering menyalurkan Hasrat seksual dengan menyewa WP, wanita panggilan, suka yang kinyis-kinyis, kadang ayam abu2, atau ayam kampus. Saat itu saya Kost didekat tempat kerja saya, satu kamar mandi di dalam, hanya 5 menit menuju Kantor. Dan kost tersebut bebas, membawa pasangan atau Wanita, saya sering membawa wanita panggilan ke kamar saya, setelah saya eksekusi diluar, di hotel dan merasa cocok dari segi seksual, seperti bodinya, sepongannya, mekinya yang legit dan menggigit namun yang terpenting sikapnya yang ramah. Diantara adalah bunga (SMU), Yuni (WP-High class) dan seorang SPG High Class-rokok (Djarum), Si Dara.

Hanya ketiga wanita ini yang sering saya bawa ke kost. Ketiga wanita ini yang sering ku booking semalam di kamar, Bunga karena mekinya yg sempit, Yuni karena sepongan dan Togenya, dan Dara karena tubuhnya yang menggoda khas SPG cantik. Dari ketiganya yang paling mahal adalah Dara yang 3 juta permalam. Teman2 akrab ku Daniel, Faisal dan Ridwan sudah tahu kelakuan ku. Daniel dan Ridwan Sudah menikah dan faisal bertunangan. Bukannya sombong, karena IPK ku saat lulus 3,69. Maka aku bisa diterima di sebuah perusaan ternama, sehingga penghasilan ku lebih dari cukup. Hanya Daniel yang bekerja di bank, namun itu belum mendekati seperempat penghasilan ku. Sampai saat itu, aku sering di sindir mereka, bahwa sudah saatnya Nikah, terutama Daniel dan Ridwan yang menyuruh ku meniru faisal yang segera menyusul mereka menikah.

Hubungan ku dengan Yuni, WP yang sering ku booking harus segera finish, selesai, ia mengatakan akan pulang kampung untuk menikah, karena itu, aku pura2 sedih dan mengatakan bahwa aku sulit cari wanita pengertian macam dia (padahal bukan dia saja). Yuni kemudian berkata, bahwa Teman se kost yang masih kuliah, butuh duit, buat biaya kuliah, juga karena sebentar lagi Skripsi, dia tahu Yuni bekerja sebagai WP dan menyuruh Yuni mencari Pria yang Royal, terutama tidak kasar, karena ini adalah pertama kalinya ia menjajakkan diri. Jadi Yuni menawarkan temannya tersebut untuk ku, menggantikan dirinya. Namanya Dena, Asli kota Jember (sama dengan kota aku tumbuh dewasa), aku tertarik karena yuni berkata, inilah pertama kali Dena menjajakkan diri, menjual diri meski kata Yuni, Dena berkata sudah sering melakukan hubungan intim dengan tunangannya. Aku kemudian menyetujuinya, dan Yuni bertanya kapan aku mau membooking teman kostnya. Dan ku katakan Hari jum’at atau Sabtu, malam minggu ku hubungi Dena, setelah meminta nomor HP si Dena. Kami (aku dan Yuni) melakukan hubungan sex pada rabu malam itu untuk terakhir kalinya, lebih lama dari biasanya sebagai perpisahan karena besok pagi, hari kamis, Yuni sudah harus ke Stasiun Gubeng, utk pulang kampung (Tasik), menikah dengan tunangannya.

Hari jum’at siang ku telpon Dena untuk membookingnya, namun ia masih ragu2 untuk melakukannya. Dena minta waktu untuk berpikir, nanti dihubungi lagi oleh Dena kembali. Dalam hati, mungkin ini pertama kalinya, maka dia ragu2 atau ini hanya triknya untuk menaikkan tarifnya yang 3 juta permalam. Aku tidak akan menaikan tarifnya sebelum melihat “barangnya”, karena dari informasi Yuni, dena bertubuh tinggi, putih rambut lurus, bokong bulat dan padat, namun Toketnya tidak segede Yuni. Jika benar, seperti yang Yuni katakan maka wajar jika 3 juta, padahal Yuni sendiri Cuma 2 Juta semalam. Terpaksa sabtu siang, ku garap bunga, si ayam abu2 di kost. Hari senin – Rabu seperti biasa, disibukkan dengan pekerjaan saat aku pulang sore hari ke kost dan mandi, ku dengar HP berbunyi, tanda SMS masuk, namun karena penuh sabun, ku teruskan mandi ku, sampai selesai baru aku keluar, rencana ku habis mandi mau makan diwarung depan.

Selesai mandi ku lihat satu pesan masuk dari Dena; “Ok…. kita ketemu di Taman bungkul jam 8, mlm ini, tetapi belum tentu aku setuju loch mas” Sms Dena. Singkatnya, setelah makan aku meluncur ke taman bungkul, kontek dengan HP dan bertemu mereka, dan Dena persis seperti yang Yuni katakan, kayaknya 4 juta semalam pun, aku tidak keberatan dengan wanita cantik ini, tinggi, mulus dan memang, bokongnya bulat dan kencang tercetak pada celana Jeans birunya, lehernya begitu jenjang dan halus. Kami kemudian berkenalan dan Dena terlihat ramah, anggun dan sungguh menarik. Kami bertiga, aku, dena dan temannya duduk disebuah warung yang banyak berjejeran di belakang taman bungkul. Ku persilahkan mereka memesan makanan, dan aku harus memesan makanan juga meski sudah makan, jangan sampai membuatnya tidak nyaman, bisa buyar rencananya.

Selama makan, aku bersikap biasa saja, jangan terlihat ngiler sama kecantikannya, tetapi sekaligus tidak terkesan cuek atau sombong. Mencoba bersikap cool, dan di sela-sela omongan kami, Dena kemudian berbisik pada temannya setelah kami selesai makan, tak lama kemudian temannya pamit pulang. Aku tahu saat itu Dena telah setuju, karena ia tidak pulang bersama temannya. Namun aku mencoba membuatnya nyaman, tidak terkesan rakus, ingin cepat-cepat menimati kemolekkan tubuhnya. Juga belun ada persetujuan darinya.

“Liat sulap jalanan yu’k didepan”kata ku, mengajak Dena melihat atraksi sulap jalanan di bagian depan taman bungkul. Setelah membayar makanan, kami berjalan dan ditengah jalan, saat ramai, ku coba menggandengnya seakan menjaganya tetap didekat ku. Dena melirik dengan senyumannya, dalam hati “aman bro”. Kami kemudian melihat atraksi sulap kartu, membengkokkan sendok, memasukkan paku ke hidung dll. Dena berdiri di Depan ku, dan aku dibelakangnya, memegang pinggulnya dan menghirup wangi tubuhnya didekat telinga dan rambutnya.

“Kita ke tempat ku sekarang ya cantik” kata ku, karena sudah setengah jam berkeliling. Balasan anggukkan yang pelan sambil menunduk dari dena adalah tanda setuju darinya. Ku gandeng tangannya, menuju sepeda motor ku, dan kami melaju ke Kost ku. Kami singgah Di ATM BCA (narik 4 juta, padahal Dena Cuma 3 Juta semalam, tujuannya buat Tip kalau Dena mantap servicenya), kemudian menuju Kost ku.

Cerita Birahi 17 Tahun: Pelanggan Setia | Ku persilahkan masuk, ku raih tasnya, ku masukkan 3 juta ke dalam tasnya. Dan langsung, ku peluk dari belakang, dan meremas toketnya. Hilang sifat cool ku, muncul nafsu yang terselubung, yang dipaksa sembunyi, tiarap, menunduk dulu sampai saat ini tiba. Tubuh tinggi, besar dan kulit coklat gosong ku, memeluknya dari belakang dan celana ku menyembul karena desakkan nafsu. Ku pegang pinggul dena seperti tadi di taman bungkul. Dengan masih mengenakan pakaian lengkap, ku sodok bongkahan celana ku yang menyembul menghantam pantatnya yang masih tertutup jeans agak keras. Ku tanyakan kenapa baru sekarang Ia menghubungi ku, selain ragu, hari kamis besok dia tidak ada jadwal kuliah, Hari juma’at jadwal jam 1 siang setelah jumat’an jadi malam ini tepat. Sebab malam minggu biasanya dia diapeli tunangannya.

“bokong mu bulat dan montok, cantik, aku ingin mengentot mu seperti ini” kata ku, sambil melakukan seperti gaya doggystyle menghantam pantatnya dengan bagian depan celana ku yang menyembul itu. Tangan ku kini meremas kencang buah dadanya dari luar, memang tidak sebesar Yuni tetapi lebih besar dari bunga dan Dara. Dena menggeliat geli dan risih menerima keusilan ku.
Kemudian ku peluk erat tubuhnya dari belakang ku buka kancing celana jeansnya dari belakang. Dan menarik Resletingnya Turun, ku balikkan tubuhnya menghadap aku, kami berciuman sebentar, ku tarik jeansnya turun sepaha, ku tidurkan di kasur dan menarik lepas Jeansnya. Kemudian celana dalam putih bergaris pinknya menyusul jeansnya ke lantai kamar ku.

“Wahhhh… dicukur ya cantik bulunya” kata ku, setelah membuka pahanya dan kemaluannya terlihat halus dengan bibir tipis kemaluannya, lebih tipis dari punya bunga, dan tanpa “jengger ayam” seperti punya Yuni dan dara (keduanya memiliki sedikit daging bergelambir, “jengger ayam” pada bibir veginya). Kemudian ku buka pakaian ku menyisakan celana dalam, Dena melirik sebentar celana dalam ku yang membengkak dan rebah lagi kebelakang.

Kemudian aku jongkok di selangkangan Dena, mengangkat kedua pahanya pada bahu ku sehingga kemaluannya tepat di mulut ku dan ku sibakkan dengan jari dan lidah ku langsung menyentil klitorisnya.”aduhhhh… mas geli !” kata Dena sambil kedua tangannya menahan kepala ku. Namun ku teruskan makin cepat, Dena terus merintih geli berulang2 sampai di jepit kepala ku dengan kedua pahanya, dan kepala ku ditahan pada kemaluannya dengan kedua tangannya, sampai bokongnya terangkat dari kasur, Kaku badannya.

“Ahhh….. masss !! “ Dena memekik meraih Orgasmenya, dan aku ? wajah ku belepotan menerima semprotan maninya. Ku buka kakinya, lap wajah ku dengan celana dalamnya. Ku dudukkan ditepi ranjang dengan menarik pelan kedua tangannya. Ku buka baju atasnya dengan dibantu tangannya melepas BH-nya.

“gantian sayang… kamu emut punya ku” kata ku, sambil meremas buah dadanya kemudian melepas celana dalam ku. Lalu aku mendekat ke wajahnya.

“aku belum pernah mas !” kata Dena. Namun ku katakan, punya lelaki lebih bersih dari Wanita dan Dena Pasti menyukainya. “Coba kocok dulu sayang dengan tangan mu” kata ku, sambil meraih tangannya.

Dena kemudian mengocok pelan setelah tangannya ku letakkan pada manuk, burung ku. Dia sempat cemas dengan ukuranya yang melebihi genggamannya, namun memandangnya terus tanpa beralih, kelihatan Dena takjub dengan ukurannya.

“lebih gede dari punya tunangan ku, sakit nanti ini” katanya, bahwa manuk ku lebih besar dari punya tunangannya. Dena kemudian mengocok dengan kedua tangannya sampai cairan bening keluar di kepala manuk ku. Di usap dengan jarinya cairan bening itu, melingkar di kepala burung ku, membasahinya sehingga makin mengkilat, kepalanya berwarna merah tua kecoklatan. Dengan ragu2 ia mencium baunya.

“ayo sayang…. jangan ragu” kata ku, berharap ia segera mengulum kepala manuk ku. Dan di buka mulutnya dan mengulum sekali dan wajahnya berubah menjadi masam seperti habis mengecap rasam asam kecut buah jeruk.

“Jangan ludah di celana dalam mu, tetapi di batang manuk ku sayang”kata ku, mencegahnya meludah di celana dalamnya. Dena kemudian meludah di pangkal batang hitam manuk ku dan mengelus rata dengan kedua tangannya. Kembali di di emut kepala manuk ku, di ludah lagi ke pangkalnya, dilakukan berulang-ulang dan kini sepertinya ia terbiasa, tidak ingin ku masukan semuanya, manuk ku karena ini pertama kalinya dan tidak ingin membuatnya tidak nyaman.
“Lidah mu sayang…. usapkan pada kepalanya”kata ku, dan dena melakukannya, diusapkan dan Dena melihat reaksi kenikmatan yang ku rasakan karena lidahnya, Dena kemudian melepas emutannya pada manuk ku dan tersenyum sebentar pada ku, dan melanjutkan lagi Blowjob, karaokenya lagi. Dengan cepat setelah lidahnya ikut berpartisipasi, burung ku sudah keras seperti kayu.

Ku angkat tubuhnya dan ku balikkan nungging dengan bertumpu pada lutut di tepi ranjang. “sudah ku kataan bukan, ingin mengentot mu seperti ini” kata ku. Dadanya telungkup rata dengan kasur sehingga bokongnya yang bulat dan padat itu mein menungging, melihat kemaluanya yang berbibir halus dan mungil, sudah ku bayangkan, nonoknya pasti rapat. Ku usapkan kepala manuk membuka celah mungil itu dan ku tekan pelan masuk kepalanya, sangat sempit seperti perawan. Namun Dena menarik pantatnya dan terjatuh di kasur.

“gede masss…perihh! kata Dena yang telungkup di kasur. Ku katakan akan pelan dan menariknya kembali ke posisi semula, namun sama saja, begitu kepala manuk ku mulai membelah masuk, Dena menarik bokongnya maju dan terlepas lagi.

Karena sudah tidak tahan ingin cepat mengentotnya, ku ambil bantal dan ku letakkan tepat dilantai, dan ku turunkan lututnya bertumpu pada bantal, pahanya mengganjal tepian ranjang, bokong menungging sempurna keluar dari bibir ranjang dan perut sampai dada, rata diatas kasur. Ku tekan punggungnya kebawah, sehingga ia tidak bisa bergerak maju lagi dan ku bimbing manuk ku dengan tangan kanan ku, membelah bibir kemaluannya untuk ketiga kalinya.Begitu masuk kepala manuk ku, Dena menggeliat namun tertahan tubuhnya kali ini dengan tangan kiri dan tidak bisa maju karena terganjal kasur.

“tahan sayang…sebentar lagi” kata ku, dan ku kumpulkan tenaga pada pangkal selangkangan ku dengan mengeraskan ototnya dan ku dorong masuk lagi, ia mendongkak ke atas dan merintih.
“aduhh…. masss…!!!” kata Dena, menerima sodokkan ku yang lebih lama, pelan namun bertenaga masuk membelah kemaluan dengan bibir mungil, dan rapat ini. Sampai setengah batang manuk ku masuk.

“tunangan mu memang kecil manuknya, tetapi nonokmu bisa ladeni yang gede” kata ku, karena merasakan belum sampe mentok, meski sempit nonoknya Dena, sudah setengah masuk membelah kemaluannya. Setetengah manuk masuk, adalah batas maksimal kemampuan Bunga, bokingan Ayam Abu2 menampung manuk ku. Kembali ku dorong bokong ku maju mengantar manuk ku masuk membela kemaluan Dena lebih dalam.

“massss…sesakkkkkk…. aduhhhh suekkk mass !” kata Dena, seakan merasakan betapa sesak dan penuhnya manuk ku, seperti merobek kemaluannya. Dan memang ku rasakan, sangat sempit, bedanya dengan perawan, hanya tidak ada darah kali ini. Dan akhirnya hanya 2-3 centi manuk ku tidak bisa masuk terganjal bokong montoknya.

Ku diamkan sebentar dan menarik keluar setengah, bibir tipis kemaluan dena terbuka dan ikut tertarik keluar. Kemudian ku dorong pelan lagi, bibir tipis kemaluannya iut terdorong masuk, dan ia melenguh lagi mengikuti sodokan pelan ini. Ku ulangi lagi dan kira2 ketujuh kalinya sodokkan pelan ku masuk, langsung manuk ku menerima semprotan, menyembur cairan hangatnya, Dena Orgasme dengan wajah terbenam dalam kasur ku. Ku tahan pinggulnya dan tetap ku lakukan beberapa kali gempuran, sodokkan pelan berulang-ulang dan ia kembali orgasme lagi, kemaluannya kini sudah berkedut pelan. Saat ia orgasme lagi inilah, ku genjot sedikit cepat, kedutannya kemaluannya makin cepat, setelah awalnya tidak berkedut, kemudian berkedut pelan, kini makin bergerak, berkontraksi daging basah itu.

Memberi rangsangan hebat bukan saja pada batang manuk ku tetapi terutama kepalanya, yang dipilin daging hangat dari kemaluan Dena. Makin lama makin cepat dan; “massss lagiiii looooo !” Kata dena, mengatakan ia akan kembali Orgasme untuk kesekian kalinya.” Iyaaaa sayangggg masss jugaaa” kata ku, merasakan sebentar lagi akan meledak didalam kemaluan sana Sperma ku.
Dan “Ahhh….ooohhh..ahhhh oohhhh !” Suara kami bersahutan, mengiring orgasme kami bersama-sama.

Cerita Birahi 17 Tahun | Karena ini salah satu meki sempit, legit, kinyis2 dan langka. Manuk ku hanya setengah lemas, dan segera mengeras kembali dan di rasakan Dena. Masih dengan posisi dirinya menungging dengan bertumpu pada lutut, diatas bantal pada tepian kasur dan manu ku masih bersarang di kemaluannya.

“Aduh Mas, tangi mane manuk e!” kata Dena, merasakan manuk ku bangun didalam liang kenikmatannya.Tanpa menjawab ku genjot lagi, kali ini langsung sedikit lebih cepat. Memutar bokong ku sekan membuka mekinya dan menyodokkan lagi. Cairan cinta kami kini mengalir membasahi paha sampai ke atas bantal pada lututnya yang bertumpu, dibantal tersebut. Bokongnya bergetar2 saat beradu, menerima hujaman selangkangan ku.

“ade sek kesel looo masss !” kata dena, seakan protes karena ia masih merasa cape.
“tahan ade manis…. punya ade enakkk masss dikit lagiii keluar ..!” kata ku, Dena kemudian menoleh ke belakang ku, wajah cantiknya menatap ku memerah dan terangsang berat, kemudian mengangguk tanda setuju untuk menggenjotnya kembali. Tangan dena tidak berubah dari awal hanya menggengam seprei kasur ini, atau sekali-kali menyibakkan rambut panjangnya.

Ku percepat sodokkan ku, kini menimbulkan bunyi pelan kemaluan kami beradu, “ooohhh…masss..oohhhh…..ohhhhhh” Suara Dena, mengikuti gempuran ku, kini tangan kiri ku di bahunya dan tangan kanan tetap di pinggangnya, menjaga agar agar sodokkan ku tetap cepat dan terarah. Cengkraman mekinya mulai menggila didalam sana, ku rasakan ia akan orgasme begitu pula aku, hanya beberapa detik kemuadian;

“ohhhh masssssss metu nehhhh!” kata Dena, menyemburan cairannya dengan badan kaku dan didinding kemaluannya berkedut tidak terkendali, membuat aku dengan cepat meraih orgasme lagi, ku tarik bokongnya keatas dengan kedua tangan memegang pinggulnya, sehingga perut bagian bawah dan bokong terbebas dari kasur dan, dengan satu hujaman dalam dan keras manuk ku memasuki rongga mekinya, diikuti semburan hangat Sperma ku, mengisi rongga kemaluan Dena.”aahhhh enaakkk dekkkk ahhhh !” suara ku, menyemburkan sperma, dengan tetap mengangkat dan menahan tubuh belakangnya, bokong dena tetap menempel, menggantung diselangkangan ku, menunggu sperma ku yang masih berkedut2 memuntahkan, mengisi kemaluannya.

Ku tunggu sampai sperma ku telah menyembur habis, ku turunan bokongnya ke kasur sambil menahan kemaluan ku yang mulai mengecil terlepas. Aku naik berbaring di kasur, ku lihat Dena sangat kelelahan, ku angat tubuhnya dan tidur didadaku, ia tetap terpejam, tampaknya sangat lelah, saling melumat sebentar, ku lihat jam, ternyata jam 23:25. Aku terlelap dengan Dena dalam pelukkan ku.

Jam 4 pagi aku bangun, Dena masih didadaku, ku gumuli dia dini hari itu sekali lagi, kami habiskan satu ronde lagi, Dena lemes lagi. Au bangun mandi dan mengenakan celana pendek, membeli Nasi Pecel langganan di depan. Ku bawakan 3 bungkus, Dena satu bungus, tetapi aku dua bungkus, Kami makan sambil bercerita, dan dena mengatakan bahwa baru pertama kalinya dia Orgasme sampai kemaluannya berkedut, biasanya hanya menyemburkan cairan hangat, Dena juga berkata dia baru bertunangan seminggu setelah di lamar kekasihnya, karena tunangannya nya masih menanggung lima adiknya yang bersekolah, dengan tiga diantaranya Mahasiswa.

Dena tidak enak, menambah berat beban tunangannya. Kami kemudian melanjutkan satu Ronde lagi sampai tertidur lagi saat jarum jam menunjukkan 6 :10 pagi. Dena memang amatir dan belum berpengalaman, sebab WP, biasanya menolak kalau di gauli lebih dari jam yang ditentukan. Sebab hari kamis dia tidak ada kuliah seperti yang sudah dikatakan saat aku mulai melepas pakaiannya, bangun jam 4 Sore pulang kantor lebih dini, satu jam. Ku lihat Dena masih tertidur, dan kembali ku garap lagi, memandikannya mengajaknya makan dan kembali ku garap lagi seperti malam sebelumnya dua ronde. Paginya, jumat, ku antar pulang.

Hanya sekali ku booking Dena, karena setelah itu, aku hanya perlu memenuhi kebutuhannya dan ku nikmati kemolekkan tubuhnya. Minus malam minggu dan hari minggu, sebab dua hari itu buat tunangannya. Pernah kami sedang ML, Rabu Siang setelah selesai dena kuliah, Tunangannya Telpon dan berkata sedang menuju kostnya, minta jatah, namun dengan berbagai alasan Dena menolaknya dan kami melajutkan emali perkimpoi’an. Atau malam minggu setelah tunangannya pulang dari Kostnya setelah merea ML, Dena menelpon ku meminta ku, jemput dan membawa ke kost ku dan melajutkan Orgasmenya yang tertunda dengan batang manuk ku yang katanya lebih gede. Meski siangnya bunga baru tepar di ranjang ku, Dena tetap ku ladeni.

Karena kesel setelah mengetahui aku memiliki langganan lainnya yaitu Putri, Dena kemudian memiliki Dua pelanggan lagi setelah dengan aku beberapa bulan, keduanya adalah Chiness, yang ingin menjadikan Dena Istri Simpanan namun ditolak, karena sudah bertunangan. Dena melayani mereka antara Hari senin dan selasa, hanya untuk Dua jam untuk 5 juta Rupiah, itu pun dua minggu atau tiga minggu sekali, karena kedua singkek, amoy ini sudah hampir kepala 6 alias kakek2. Katanya, Cuma di kosek2 sebentar langsung eluar. Sedangkan hari rabu sampai kamis Dena bermalam di tempat ku. Aku pernah Threesome dengan Dena dan Putri, 4 kali di hari sabtu siang, atau minggu siang, mereka (dena dan Putri) kemudian menjadi akrab.

Sejak ada Dena, Dara si SPG, sudah tidak pernah ku booking lagi, hanya Dena dan Bunga yang kini sudah bisa menampung manuk ku setelah ku genjot keras dan dalam, lama2 ditampung juga. Jadi dua meki mungil ini menjadi kesayangan ku. Bedanya, bunga hanya di hari libur ku, sabtu dan minggu, hanya bisa siang. Sedangkan Dena, Hari Rabu siang selepas Kuliah sampai hari jumat pagi sebelum jum’atan. Hubungan ku dengan Dena sudah menjadi langganan tetap ku, meski ini hubungan sembunyi-sembunyi.

Sampai suatu saat Faisal teman ku yang bertunangan, setelah tiga bulan lalu melamar Tunangannya, kini keluarga Tunangannya dari Jember datang ke surabaya, melakukan kunjungan balasan, ke keluarga Faisal. Karena teman akrab, aku, Daniel, Ridwan dan beberapa teman lainnya turut hadir. Kami duduk dibelakang, sebab kerabat dekat keluarga Faisal yang duduk didepan.
Cerita Birahi 17 Tahun | Rasanya seperti di sambar gledek, dada berdetup kencang dan untung aku tidak menjerit kaget, sebab Tunangan faisal, ternyata Dena, yang awalnya bokingan ku, yang juga wanita bookingan dua kakek singkek, juga melayani nafsu sex ku, sekaligus Tunangan salah satu sahabat ku, faisal. Hari itu, Hari Minggu, padahal hari Senin Sore ku jemput dia dari Hotel saat dibooking kakek2 singek, hari selasa pun sama, Rabu malam sampai kamis siang, Dena sedang bermalam di kamar ku, tepar setelah berkali2 orgasme terkena sodokkan ku. Aku menunduk muka dibalik keluarga Faisal lainnya, yang duduk dikursi depan ku, Begitu Dena dan keluarga masuk melewati kami yang duduk di tenda sewaan. Kemudian aku bangkit setelah mereka lewat, Aku berdiri, dengan alasan ada emergency, urusan penting, aku harus kabur. “eh jimi kamera pocket (saku) mu sini, biar aku yang ambil gambarnya” kata Daniel, ku serahkan dan tidak kembali lagi.

Setelah acara dirumah faisal, Dena kembali ke kostnya ditemani orang tuanya, faisal menelpon ku, ku utarakan alasan ku, sekalian mencocokkan informasi spt, alamat kost dena yang biasa ku jemput, nama lengkap dena, warna dan makanan favoritnya, jurusan kuliahnya, 3 bulan lagi di wisuda dll. Hanya perilaku seks dan tai lalat di buah dada sebelah kirinya yang tidak ku singgung. Dan hasilnya Klop, macing, cocok one hundred percent, cocok 100 % dan aku tidak salah lihat itulah Dena ku, sekaligus Dena tunangannya Faisal.

Beberapa saat setelah berbicara dengan faisal, Dena SMS dan berkata; Dia senang sekaligus sedih, satu matanya menangis sedih dan satu matanya bahagia. Senang karena akan segera menikah setelah lulus kuliah, namun sedih karena hubungan ku dengannya akan berakhir setelah menikah. Aku kemudian ke rumah Daniel mengambil kamera pocket ku, memperhatikan hasil jepretan daniel.

Apakah aku harus membiarkan sahabat ku menikahi seorang wanita panggilan ? Apakah Aku Harus memberitahukan pada Faisal siapa Dena ? Apakah Dena yang harus ku beritahu ? Atau aku menyuruh Dena untuk tidak menikahi faisal, namun tidak mungkin mengingat sudah lamaran. Apakah aku harus jujur, mengatakannya, atau menutupinya ?. Bahkan Video ML ku dengan Dena ada beberapa adegan (15 clip), sebagai bukti jika Faisal tidak percaya.
Setelah melalui pertimbangan masak2 dan demi kepentingan bersama, aku memilih menutupinya. Memilih untuk tidak jujur. Aku yakin dena mungkin akan berubah saat dia sudah menikah. Hari rabu Dena datang, ML seperti biasa baru ku ceritakan, dan Dena berjanji, setelah menikah tidak akan mengulanginya lagi, dan juga tidak melayani 2 singek itu lagi meski bayarannya besar, namun ia meminta tetap berhubungan dengan ku sampai menikah.

Kami makin jarang berhubungan, aku dan Dena, yang kuingat diantaranya Hari Dena Wisuda adalah Sabtu siang, Dena dan teman2nya akan ke salon, namun dena naik taxi sendirian ke tempat ku pagi buta, meminta ku menggenjotnya dan ku antar ke Salon. Begitu juga Tiga hari sebelum menikah Dena muncul Jam 5 sore di kost ku dan kami mengulanginya lagi. Sampai mereka menikah dan Dena menjadi Istri Faisal, aku hadir dipernikahan mereka. Bersikap seperti biasa, ku tutup rapat2, biarkan Faisal, teman ku tetap bahagia dengan senyuman di wajahnya, dari pada aku jujur dan melihatnya sedih, bukankah lebih baik senyumnya.

Setelah menikah setahun lebih, aku hanya beberapa kali berhubungan dengan Dena, itu pun kebetulan, karena Aku dan Dena sama2 asal Jember, Aku sudah memiliki Mobil Pribadi, suatu saat Aku ingin mengantar Orang Tua pulang sehabis mengunjungi ku, yang kemudian diketahui Oleh Faisal. Faisal meminta bantuan mengantar Istrinya, Dena sekalian karena sekota ke rumah orang tuanya. Kurang lebih 300 km surabaya-jember, sampai di rumah orang tua ku, kami turun istirahat sebentar dan aku lanjut mengantar Dena, saat itu kira2 telah 7 bulan pernikahannya dengan Faisal. Baru keluar pintu rumah Orang tua ku, tangannya sudah membuka resleting celana ku dan mengocok manuk ku pelan. Singkatnya, Ku habiskan seminggu liburan ku di jember dengan Mengisi mekinya dengan sperma ku setiap hari. Bahkan saat pulang bersama ke surabaya, kami berangkat jum’at pagi tiba malam minggu Di surabaya, karena 2 kali singgah di hotel sepanjang perjalanan.

Juga saat kami Futsal, aku ingin pulang dan Dena minta ijin sama Faisal, suaminya, nebeng aku pulang. Dena memang nebeng pulang, dengan Sperma ku nebeng di mekinya, saat ku turunkan di muka rumah faisal. Aku sulit untuk menghindar, suatu saat kami liburan bersama ke songoriti, untuk berendam air panas dan refresing, aku saat itu sudah memiliki pacar yang kemudian akan menjadi Istri Ku. Kami di satu Villa 4 pasangan, aku daniel, ridwan dan faisal dengan pasangan masing. Para pria tinggal Di Villa dan para wanita berempat berjalan menuju pemandian air panas. Namun, Aku di minta pacar ku menemani mereka, saat mereka masuk ruangan kamar (boleh bawah pasangan kalo punya, masuk ke satu kamar). Dena kemudian keluar, menarik tangan ku dan membawa ku masuk ke kamar ujung dan ML dengan cepat, lalu kembali ke kamar para wanita.

Sekarang aku sudah memiliki 2 anak, dan Faisal, kemudian memiliki tiga anak, dua perempuan dan satu laki2 dengan dena, sempat dena berkata; baha dia bingun diantara anak2nya, mana yang anak dari hasil hubungan intim dengan suaminya, Faisal. Namun yang terpenting Faisal dan Dena tetap bahagia, Itulah artinya bahwa keputusan ku tepat, bahwa sebaiknya kita tetap menyembunyikan rahasia ini rapat2. Sebab kaang ketidak jujuran itu perlu. Namun yang urgent, yang terpenting lainnya adalah; manuk ku sudah tidak mampir lagi ke “sarang burung” dena, atau wanita manapun selama 5 tahun ini semenjak aku menikah, kecuali milik istri ku, karena aku mencoba setia sama pasangan, Istri ku. (Tamat)

Share this post:

Related Posts